Senin, Oktober 25, 2021

Polda NTB Ungkap Pabrik Narkoba Rumahan di Lombok Timur

Mataram, HarianNTB.com – Ditresnarkoba Polda NTB menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai pabrik pembuatan sabu-sabu di Kecamatan Selong dan Peringesela Kabupaten Lombok Timur, Sabtu, (21/11/2020).

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma saat konferensi pers Minggu (22/11) siang, mengungkapkan bahwa kasus itu berhasil dilakukan berkat kerjasama Ditresnarkoba dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram.

“Ditnarkoba telah membangun komitmen atau kesepahaman dengan Kalapas, untuk bersama-sama menjaga wilayah NTB ini dari peredaran narkoba,” katanya.

- Advertisement -

Dikatakan, sesuai laporan Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB AKP I Made Yogi Purusa Utama, pihaknya berhasil mengamankan 10 Orang tersangka termasuk pemilik pabrik narkotika.

“Yang sepuluh pelaku ini merupakan satu kelompok jaringan yang dalam mendapatkan sabu, mereka disuplay atau dapatkan dari orang yang mereka panggil dengan sebutan ‘Ustadz’. Si-Ustadz inilah yang rumahnya dijadikan pabrik sabu rumahan, yang peralatannya difasilitasi oleh yang disebut ‘Jenderal Yusuf’ yang ada di dalam Lapas,” jelasnya.

Dijelaskan, penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas kelas II A Mataram guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini bahwa di wilayah Lombok timur tepatnya di Kecamatan Selong dan Peringgesele Lombok Timur ada Pabrik Narkotika dan tempat transaksi narkoba.

Kemudian sekitar pada pukul 12.00 Wita Ketua Tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Polisi Cakranegara kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lombok Timur yakni di kos-kosan di lingkungan Muhajirin, Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur.

Di lokasi tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan pada empat kamar kos dan mengamankan 8 Orang tersangka.

Tersangka tersebut yakni, SRA alias HD, Laki – laki, Pancor 5 Januari 1996, Agama Islam, WNI, Alamat Pancor Jorong, Kecamatan Selong Lombok Timur sebagai Pengedar.

RS alias RO, Laki – laki, Pancor 4 Mei 1993 Agama Islam, WNI, Alamat Lingkungan Nenggung, Kecamatan Masbagek Lombok Timur sebagai Pengedar.

HA alias DG, Laki – laki, Pancor 5 Januari 1996 Agama Islam, WNI, Alamat Pancor Jorong, Kecamatan Selong Lombok Timur sebagai Pengedar.

RP alias RZ, Laki – laki, Pancor 15 September 1995 Agama Islam, WNI, Alamat Pancor sorong, Kecamatan Selong Lombok Timur.

LN alias LM, Laki – laki, Sumba 8 Desember 1993 Agama Islam, WNI, Alamat Pancor jorong, Kecamatan Selong Lombok Timur sebagai Kurir.

RAK alias RAM, Laki – laki, Selong 2 Juni 1984 Agama Islam, WNI, Alamat Desa Aiq Anyar, Kecamatan Sukamulia Lombok Timur.

HD alias HM, Laki – laki, Pancor 5 Agustus 1983 Agama Islam, WNI, Alamat Pancor jorong, Kecamatan Selong Kab. Lombok Timur merupakan Bandar Narkoba.

SH alias DY Laki – laki, Batu belek 21 Agustus 1988 Agama Islam, WNI, Alamat Batu Belek, Kecamatan Selong Lombok Timur sebagai Pembeli Narkotika.

Selanjutnya dengan disaksikan oleh Ketua RT dan pemilik kos kemudian Tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti di masing-masing kamar kos.

Kamar No. 1, petugas berhasil mengamankan, Sabu 1 Klip isi 5 Paket, Sabu 1 Paket berada di belakang salon, Sabu didalam tempat Mentos 3 Klip sedang, Sabu 1 Poket yang berada di lantai kamar dengan Berat Bruto keselurahan BB Narkotika 15.28 gram.

Selain itu, diamankan 1 unit Timbangan Digital, 1 Kotak Hitam sedang yang berisikan klip sedang dan kecil, 1 Buah Alat hisap, 1 unit HP Realmi Biru, 1 unit HP iPhone putih, 1 unit HP Oppo android, 2 unit HP Samsung lipat.

Sementara Kamar No. 2, tidak ditemukan barang bukti. Kemudian penggeledahan dilanjutkan ke kamar No. 3, dan petugas berhasil mengamankan, 1 Klip kecil BB Sabu yang di simpan didalam kamar mandi dengan berat bruto 0,44 gram.

Selain itu, 1 Unit Timbangan digital, 1 Unit HP kecil hitam, 1 Buah Bong, 1 Buah Dompet Coklat, Uang Rp 2.450.000 (Dua juta empat ratus lima puluh ribu rupiah), dan 1 Dompet coklat kecil.

Selanjutnya, Kamar No. 4, diamankan, 1 Klip kecil BB Sabu yang dibuang di tong sampah dengan berat bruto 0,40 gram, 1 unit HP android warna putih, Uang Hamdi Rp 6.107.000 (Enam Juta seratus tujuh ribu rupiah), 1 Unit HP warna hitam,
dan Uang Samsul Rp 1.100.000 (Satu juta seratus ribu rupiah).

Setelah berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti narkoba di Selong. Selanjutnya tim langsung bergerak menuju TKP berikutnya di Kecamatan Pringesela Lombok Timur.

Sekitar pukul 15.30 Wita, tim tiba di TKP di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika.

Dilokasi tersebut, tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 2 Orang tersangka yang ada di dalam rumah.

Tersangka tersebut, SS alias UT, Laki – laki, Peringesele 31 Desember 1975 Agama Islam, WNI, Alamat Lingkungan Peringesele, Kecamatan Peringesele Lombok Timur merupakan Pemilik pabrik pembuat sabu.

RW alias RIS, Laki – laki, Masbagek 31 Desember 1977 Agama Islam, WNI, Alamat Masbagek Utara, Kecamatan Masbagek Lombok Timur merupakan Anak buah tersangka SS.

Disaksikan oleh Kepala Dusun, tim langsung melakukan penggeladahan di dalam rumah tersangka dan ditemukan sebuah ruangan yang menyerupai pabrik pembuatan bahan baku narkotika beserta peralatannya.

Perlatan tersebut, 1 unit pemadam api, 1 kotak alumunium foil, 1 unit kompor elektrik oxone, 1 liter Mekiheitamin cair, 1 liter Mixsofir cair, 1 liter Dimethyl Sulfoxide cair, 1 liter Murni cair, 1 buah Gelas ukur merek Pyrex ukuran 2 Liter.

Kemudian, 1 buah Gelas Ukur 1000 ML, 1 buah Cawan Kaca, 1 buah Gelas Ukur merek Pyrex ukuran 1000 ML.

Selanjutnya, untuk proses hukum lebih lanjut terhadap 10 Orang tersangka beserta barang bukti langsung diamankan ke Kantor Ditresnarkoba Polda NTB.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 Tahun.

Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun

Kemudian, Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles