Minggu, Oktober 17, 2021

Jatuh Kejurang, Pendaki Ilegal Gunung Rinjani Tewas

Tanjung, HarianNTB.com – Sahli (36) warga Desa Tampak Siring, Kabupaten Lombok Tengah jatuh kejurang saat melakukan pendakian secara ilegal di kawasan Gunung Rinjani, Desa Torean, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (7/7/2020).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Dedy Asriady membenarkan adanya laporan terkait peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa seorang warga yang melakukan pendakian gunung secara ilegal.

”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dekat sungai Kokok Putih. Jenazah korban sudah diterima pihak keluarga dan langsung dibawa ke rumah duka hari ini”. Jelas Kepala Balai TNGR seperti yang duktip dari antaranews.com.

- Advertisement -

Informasi yang diterima HarianNTB.com, pada hari Jumat (3/7) korban dan rekannya berangkat dari Desa Tampak Siring, dan pukul 23.00 Wita tiba di Dusun Torean, kemudian menitipkan kendaraan bermotor dirumah kepala Desa Loloan.

Sabtu (4/7) pagi, rombongan melakukan pendakian dan menginap di goa susu, dan pada minggu pagi (5/7) rombangan melanjutkan perjalanan ke danau segara anak. Pada hari Senin (6/7) rombongan pendaki ilegal pulang, kemudian sampai di daerah Banyu Urip pukul 10.30 Wita untuk mengambil air dan istrahat.

Kemudian saat melanjutkan perjalanan turun, korban terjatuh, pada pukul 11.45 Wita korban ditemukan meninggal di posisi tanah sinjong. Sementara rekan korban melanjutkan perjalanan turun ke Dusun Torean untuk meminta bantuan tim evakuasi.

Tiba di dusun Torean Desa Loloan rombongan langsung meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban. Pukul 20.15 Wita warga dusun torean berjumlah 10 orang berangkat meninjau lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Selanjutnya hari Selasa ( hari ini-red) sekitar pukul 14.15 Wita korban sudah sampai di dusun Torean, dan langsung diterima oleh kepala Desa Torean dan diserahkan langsung ke pihak keluarga yang dIwakilkan oleh kepala desa Tampak Siring kecamtan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Selanjutnya korban dibawa pulang oleh kepala Desa Tampak Siring selaku perwakilan keluarga.

Kepala Balai TNGR mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pendakian Gunung Rinjani secara ilegal. Terlebih seluruh jalur pendakian masih ditutup dalam upaya mencegah penyebaran pandemi COVID-19. (DMS/RZL)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles