Minggu, September 25, 2022

Sejumlah Jurnalis di Mataram Diintimidasi karena Buat Berita Dugaan Penimbunan Solar

HarianNTB.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam upaya Suap dan Intimidasi terhadap sejumlah Jurnalis di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) lantaran membuat berita dugaan penimbunan solar yang dilaporkan warga ke aparat kepolisian.

Hal itu disampaikan Ketua AJI Mataram, Muhamad Kasim dalam keterangan tertulis yang diterima Harian NTB, Minggu (4/9/2022).

“Jadi tindakan yang mengintimidasi dengan meminta penghapusan berita bahkan memaksa jurnalis menerima sejumlah uang agar berhenti memberitakan  kasus tersebut   sangat disayangkan dan AJI Mataram mengecam tindakan tersebut,”tegas Ketua AJI Mataram, Muhamad Kasim, Minggu, (4/9/2022)

- Advertisement -

Dirinya membeberkan sejumlah jurnalis yang diintimidasi sejak berita tersebut tersebar seperti Haris Mahtul, salah satu Pemimpin Redaksi media lokal di NTB, NTBSatu.com.

Haris diminta menghapus berita berjudul “Di Sana Demo Di Sini Menimbun” yang tayang di Channel YouTube NTB Satu. Berita tersebut terkait dugaan penimbunan Solar dalam truk yang dilaporkan warga Kecamatan Batu Layar Lombok Barat.

“Kawan Jurnalis, Haris diminta menghapus berita dan dipaksa menerima amplop berisikan uang yang cukup banyak, rekan kami dipaksa di depan umum menerima segepok uang, hingga akhirnya melapor ke Majelis Etik AJI Mataram agar uang tersebut dikembalikan melalui mekanisme organisasi,” kata Kasim.

Dikatakan, Haris dipaksa menerima uang sebesar Rp 10 juta, oleh oknum LSM di NTB.

Haris Mahtul telah berusaha menolak dan berupaya mengembalikan uang tersebut. Namun oknum LSM tersebut tidak mau kooperatif. Bahkan saat dikembalikan melalui AJI Mataram.

Karena oknum LSM tidak bersedia menerima pengembalian uang melalui AJI Mataram, kata Kasim, AJI Mataram akhirnya melapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mataram untuk memproses pengembalian dana yang merupakan upaya suap oleh oknum LSM  tersebut.

“Upaya ini kami lakukan untuk pembelajaran bersama agar semua pihak menghargai kemerdekaan pers dan tidak menganggap rendah profesi jurnalis,” tagas Kasim.

Sementara itu, Haris Mahtul mengaku berkali kali mendapatkan telpon, terlebih setelah mengembalikan uang suap tersebut.

Sebelumnya dia diminta menghapus berita dan tidak menindaklanjuti berita dugaan penimbunan solar tersebut.

Jurnalis NTBSatu.com lainnya juga mengadu diintimidasi, usai menelpon Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho  untuk mengkonfirmasi kejadian warga yang menggagalkan dugaan penimbunan solar di SPBU Meninting.

“Rekan kami ditelpon, dan ditanya benar baru habis telpon Kapolres ya, tidak usah ditulis berita itu, demikian bunyi sms di handphone rekan jurnalis saya di lapangan,” kata Haris.

Tak hanya itu Haris juga mengaku ditemui sejumlah orang dengan permintaan yang sama, menghapus dan menghentikan pemberitaan tersebut.

Selain Haris, media lokal di Lombok Tegah juga mendapat intimidasi, seperti Radar Mandalika agar tidak membuat berita terkait dugaan penimbunan solar tersebut.

Koordinator LBH Mataram, Badarudin SH mengatakan pihaknya akan mendampingi jurnalis yang mengalami intimidasi dan tindakan upaya suap oleh oknum LSM yang menginginkan penghapusan berita.

“Kita akan dampingi dan mengurus pengembalian uang suap yang telah ditolak oleh jurnalis Haris Mahtul, selain itu bagi jurnalis yang mendapatkan intimidasi karena pemberitaan, LBH Mataram membuka ruang pengaduan sejak hari ini,” kata Badar.

Mereka yang merasa diintimidasi bisa melapor ke LBH Mataram di Jalan Gunung Tambora, Kompleks Gomong Square No. 23, Lingkungan Pemuda, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota  Mataram.

“Jika ada kawan kawan jurnalis yang mendapat intimidasi, kami persilahkan mengadu pada LBH Mataram” kata Badarudin. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
21PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles