Tanjung, HarianNTB.com — Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang pria berinisial LJI (33), ditemukan meninggal dalam posisi tergantung di sebuah rumah di Dusun Waker, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Selasa (30/9/2025) pagi.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Kayangan Iptu Zainudin, saat dikonfirmasi Jurnalis Harian NTB pada Selasa, 30 September 2025.
“Pada hari Selasa tanggal 30 September 2025 pukul 10.00 Wita, telah di dapat informasi Penemuan mayat yang di duga gantung diri yang bertempat di Dusun Waker Desa Santong, Kecamatan Kayangan, KLU” jelas Kapolsek Kayangan Iptu Zainudin, saat dikonfirmasi Jurnalis Harian NTB pada Selasa, (30/9/25).
Dijelaskan, bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istri korban pada Selasa, (30/9/25) sekitar pukul 09.30 Wita.
“Istri korban pulang ke rumah miliknya yang kebetulan sudah di jual yang berada di dusun Waker desa Santong Kecamatan Kayangan, sesampai di dalam rumah tersebut istri korban melihat suaminya dalam kondisi sudah tergantung di dalam rumah,” jelas Kapolsek.
Setelah melihat suaminya dalam kondisi tergantung, kata Kapolsek, istri korban langsung memeluk korban dan menyangga korban dengan maksud korban masih hidup.
Sambil memeluk korban, istrinya lantas berteriak minta tolong ke tetangga sekitar untuk membantu menurunkan korban.
Mendengar terikan tersebut, kemudian tetangga korban sdr. Herman mendatangi rumah korban dan meminta pertolongan kepada warga sekitar setelah mengetahui korban bunuh diri.
“Sdr. Herman berlari ke arah jalan dan bertemu dengan Pak Jumahir untuk mengabarkan bahwa Sdr. Jani gantung diri, kemudian juga meminta pertolongan ke kepala dusun, warga sekitar dan petugas kehutanan TNGR,” jelasnya.Â
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Kapolsek, bahwa sebelumnya korban pernah mengalami kesurupan dan di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) selama 2 Minggu.Â
“Setelah pulang dari RSJ korban dalam keadaan sehat, namun selama 1 bulan terakhir atau bulan September 2025 korban mengalami naik asam lambung, tidak enak tidur/susah tidur dan sempat diberikan obat penenang namun tidak mempan,” jelasnya.
Selain itu, kata Kata Kapolsek, selama sebulan terakhir korban juga sempat mencari di pencarian google efek mengkonsumsi obat.
“Kemudian korban mengalami perasaan/halusinasi yang menginginkan untuk meninggal dan pesimis untuk sehat,” katanya.
Atas peristiwa ini, pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban dan akan dilakukan pemakaman pada Selasa, (30/9/25) sore, di Tempat Pemakaman Umum Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan. (Red)

