Tanjung, HarianNTB.com — Kepala Desa Sukadana dan warga minta Kafe Tuak di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara Ditutup pada Senin, (11/8/25) malam.
Mereka menilai kehadiran Kafe Tuak tersebut meresahkan masyarakat setempat.
“Malam ini lokasi ini (kafe tuak) harus ditutup,” Tegas Kepala Desa Sukadana Zul Rahman dalam video yang beredar di media sosial, Senin (11/8/25) malam.
Akibat kehadiran Kafe Tuak tersebut, kata Zul Rahman, salah satu warganya menjadi korban tabrakan oleh pengendara usai berkunjung dan minum tuak dari kafe tersebut.
“Itulah sebabnya, orang pergi tahlilan ditabrak karena kejadian (kafe tuak) ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan, usai dari Kafe Tuak tersebut kerapkali ditemukan sejumlah oknum berkendara dibatas kewajaran karena mabuk minum tuak.
“Sering kali terjadi oknum melakukan berkendara di luar kewajaran di sebabkan karena mabuk berat,” jelas Zul Rahman seperti dikutip dari media sosialnya.
Selain itu, kata Zul, warga sekitar merasa tidak nyaman istirahat karena suara musik hingga larut malam dari Kafe Tuak.
Ia juga menilai, bahwa kafe tuak tersebut disinyalir memperkerjakan anak dibawah umur sebagai tender atau penyakit minuman tuak.
“Dilokasi memperkerjakan anak di bawah Umur sebagai tender, dan ini dari hasil interogasi malam ini dan kami menemukan sebanyak 5 Perempuan dengan berbagai asal wilayah dan yang bersangkutan sudah kami serahkan ke pihak kepolisian yakni Polsek Bayan,” jelas Zul Rahman usai mendatangi Kafe.
Dikatakan, pihaknya sudah menyampaikan peringatan diperingatkan terkait aktivitas kafe yang meresahkan warga setempat.
“Semua upaya dan langkah-langkah sudah Pemdes lakukan mulai dari memberikan peringatan tertulis, mendatangi langsung ke lokasi dan memastikan supaya tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan terjadi,” ujarnya.
“Namun ternyata tidak sesuai harapan sehingga kami bersama warga masyarakat Desa Sukadana mendatangi lokasi dengan tidak melakukan anarkisme,” jelas Kepala Desa Sukadana. (Red)

