Mataram, HarianNTB.com – Seorang pendaki membagikan video saat diusir ketika mendirikan tenda di Gunung Rinjani oleh jasa Open Trip.
Hal itu terungkap setelah pemilik akun Instagram @luluvitaaasa_ membagikan momen yang tidak mengenakan tersebut saat mendaki Gunung Rinjani.
Melalui akun Instagramnya, Lulu Luvita, mengaku, bahwa dirinya diusir saat mendirikan tenda dan diminta untuk pindah karena area tersebut sudah di booking.
“Nah tadi tu kita sudah pasang tenda disini, terus katanya itu sudah di booking, terus kita diusir udah tenda jadi disini—pindah lah kita cari sebelah sini,” ungkap Lulu Luvita dalam video yang diunggah di media sosialnya.
Berdasarkan pantauan Harian NTB, kini video yang diunggah tersebut sudah dilihat sebanyak 1,7 juta tayang pada Rabu, (4/6/25) pukul 16.40 Wita.
Dalam kolom komentar, Lulu juga menyampaikan kekesalannya setelah berdebat dengan pihak yang mengusirnya.
“Maaf ngomongnya agak belibet, soalnya habis debat dan masih kesal” tulis Lulu.
Dalam kolom komentar tersebut, ia menyebutkan, ketika naik Rinjani dilakukan secara mandiri tanpa porter pada Selasa, 13 Mei 2025 lalu.
Tak hanya di Gunung Rinjani, video serupa juga terjadi di Gunung Merbabu yang diduga melakukan pengkaplingan area mendirikan tenda oleh salah satu operator pendakian.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) saat dikonfirmasi Harian NTB pada Rabu (4/6/25) Yarman menyampaikan, bahwa tidak ada regulasi yang mengatur terkait Booking lokasi tenda.
“Semua pendaki memiliki hak yang sama untuk menggunakan areal camping. Karena lokasi ini merupakan ruang publik yang bisa digunakan oleh siapa aja. Kalau pun ada yang booking atau claim lokasi itu dilakukan oleh oknum yang khawatir tamunya tidak kebagian tempat mendirikan tenda,” jelas Yarman kepada Harian NTB, Rabu (4/6/25).
Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta kepada pendaki untuk melapor kepada petugas yang standby di area Pelawangan Sembalun atau pos Resort Pendakian jika ada yang mengklaim lokasi.
“Silakan melaporkan kepada petugas yang standby di area pelawangan Sembalun atau di pos Resort Pendakian jika ada yang claim lokasi,” tegasnya.
Dirinya menghimbau kepada seluruh pengunjung, guide dan porter agar tidak melakukan clime atau booking lokasi pendirian tenda pada area camping atau ruang publik demi kenyamanan bersama.
“Kami Menghimbau kepada seluruh pengunjung, guide dan Porter yg melakukan kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani agar tidak melakukan claim atau booking lokasi pendirian tenda pada area camping atau ruang publik demi kenyamanan bersama,” Pungkasnya. (DMS)

