Kamis, Desember 1, 2022

Protes Tarif PDAM Naik, Warga: Dulu Bayar Rp 30 Ribu, Kini Rp 130 Ribu

Tanjung, HarianNTB.com – Sejumlah warga melakukan unjuk rasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, Kamis (19/5/2022).

Unjuk rasa tersebut dilakukan buntut dari kenaikan tarif air PDAM yang dinilai sangat membebani masyarakat ditengah situasi ekonomi masyarakat yang kian sulit.

Hal itu disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) massa aksi, Wiramaya Arnadi kepada Harian NTB, Jum’at, 20 Mei 2022.

- Advertisement -

‘’Saat ini kita dilanda pandemi COVID-19 dan keterpurukan ekonomi ya, setelah dari gempa baru kita dilanda Covid-19, dan pemerintahan saat ini yang baru seumur jagung menjabat (Bupati) belum bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, sama sekali tidak ada keberpihakan kepada masyarakat dalam hal kenaikan tarif air PDAM ini,’’ ungkap Wiramaya kepada Harian NTB, Jum’at (20/5/2022).

Munurutnya, kenaikan tarif air mencapai 40 persen, ’’yang dulu harga perkubikasinya Rp 700 sekarang Rp 4.000,’’ katanya.

Namun, ‘’Semua itu tidak masalah jika ekonomi kita membaik, lah saat ini kita baru dilanda gempa, Covid, belum baik keadaan ini, kita belum bisa bayar,” kata Wiramaya.

Hal itu kemudian mendorong warga dan sejumlah mahasiswa untuk melakukan aksi protes di depan kantor PDAM Lombok Utara. Namun, pihaknya tidak ditemui oleh pihak PDAM dan mengancam akan melakukan unjuk rasa  dengan mendatangkan massa yang lebih besar. 

‘’Harapan kami tarif air kembali seperti semula, dan kedepannya jika kami mengadakan aksi hargai masyarakat dengan cara temui kami, karena kritik kami bagian dari tanda kasih sayang dan peduli terhadap daerah ini,’’ katanya.

Salah satu warga Desa Tegal Maja yang ikut unjuk rasa Herianto kepada Harian NTB mengaku, merasa kesulitan dengan tarif air PDAM yang bisanya dibayar Rp 30 ribu per bulan sekarang mencapai Rp 130 ribu.

‘’Biasanya saya bayar Rp 30 ribu per bulan, selama empat bulan terkahir ini saya kok bayarnya Rp 130 ribu tiap bulannya,’’ ujar Herianto kepada Harian NTB, Jum’at (20/5/2022).

Dikatakan, pembayaran mulai tinggi sejak bulan Januari lalu, ‘’saya sudah bayar tinggi itu mulai pada bulan Januari,’’ katanya.

Dirinya berharap agar pihak PDAM melakukan penurunan tarif seperti semula dan meminta kejelasan terkait kenaikan tarif tersebut, ‘’kok ini dengan pemakaian yang sama perkubikasi yang sama kok kita bayarnya 130 ribu per bulan, ada juga yang 170 ribu,’’ ujar Herianto.

Padahal, “Airnya tidak dipakai ngapa-ngapain hanya digunakan untuk mandi, kadang-kadang nyuci di kali,” katanya.

Ia juga menuturkan, warga yang lainnya juga mengeluhkan hal serupa pembayaran air yang mahal.

‘’Ada warga saya juga mengeluh, biasanya bayar Rp 60 ribu sekarang dia bayar Rp 200 ribu lebih perbulan,’’ tutur Herianto. 

Bukti Bayar Air PDAM milik Herianto pada tanggal 25 April 2022. Herianto mengaku, sebelum kenaikan tarif dirinya hanya membayar air sebesar Rp 30 Ribu per bulan, kini Rp 130 Ribu per bulan.

Sementara itu, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung, Firmansyah saat dikonfimasi Harian NTB mengatakan, sudah mengundang perwakilan massa aksi untuk melakukan dialog namun ditolak oleh masa aksi.

“Kami sudah undang mereka untuk berdialog di ruangan yang telah kami siapkan, namun mereka menolak,” jelas Firmansyah, Jum’at (20/5/2022).

Dikatakan, kenaikan atau penurunan tarif PDAM bukan kewenagan dirinya melainkan kewengan Pemerintah Daerah (Pemda).

‘’Tarif air minum itu kan disahkan oleh pemda, bukan kewenangan saya untuk menaikkan tarif dan menurunkan, dan itu sudah final, karena mengingat kebutuhan operasional yang semakin tinggi,’’ katanya. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
20PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles