Minggu, Oktober 17, 2021

Pertama di Lombok, Mahasiswa KKN Ini Buat Kripik Ares dan Selai Jambu Mete

Tanjung, HarianNTB.com – Potensi hasil pertanian di Desa Andalan Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, ternyata menarik perhatian mahasiswa Muhammadiyah Aisiyah (MAs) yang sedang Kuliah Kerja Nyata di daerah tersebut.

Pada Kamis 12 Agustus 2021 lalu, sekitar 12 mahasiswa KKN Kelompok 51 Muhammadiyah Aisiyah yang berpusat di Yogyakarta itu bertugas di Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara mengolah hasil pertanian dengan membuat Selai Jambu Mente, Kripik Ares (Pelepah Pisang) dan Kopi Andalan Jenis Robusta.

Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KKN Muhammadiyah Aisiyah, Rabu (8/9/2021), Ahmad Muhardin Hadmar mengatakan, mayoritas masyarakat Desa Andalan bekerja sebagai Petani, Nelayan dan Peternak. Namun, hingga saat ini masyarakat masih menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah.

- Advertisement -

Dengan alasan tersebut, kemudian pihaknya membuat program utama Bidang Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19.

“Program ini merupakan salah satu Inovasi dari hasil analisis yang kami lakukan dilapangan, yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat dengan modal yang sangat minim” katanya.

Diakatakan, dalam proses pengembangan pertanian masyarakat, pihaknya membuat tiga produk utama, yakni Selai dari Buah Jambu Mete, Keripik Ares (Pelepah Pisang) dan Kopi Andalan Jenis Robusta.

Kemudian, “Pada tanggal 26 -27 Agustus 2021, kami melaksanakan pelatihan Pembuatan Keripik Ares di Dusun Embar-Embar. Hari berikutnya kami melaksanakan pelatihan pembuatan Selai dari Buah Jambu Mete yang dilaksanakan di Dusun Dasan Gelumpang, Desa Andalan yang dihadiri oleh masyarakat, pemuda, kelompok masyarakat serta beberapa kepala dusun”. Kata Ahmad.

Dikatakan, produk Selai Jambu Mete yang dibuat merupakan pertama yang ada di Lombok.

“Selai Jambu Mete pertamakali ada di Lombok,” pengakuan Ahmad saat di konfirmasi Harian NTB.

Untuk memuluskan program tersebut, kata Ahmad, pendampingan pembuatan produk tersebut dilakukan secara intensif terhadap beberapa kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, PKK, Kelompok Tani Karya Bakti, dan Kelompok Bunda Hebat.

Dengan harapan, program utama tersebut bisa dikembangkan dan berkelanjutan (Development) untuk mengatasi persoalan ekonomi masyarakat setempat.

Selain Selai Jambu Mete dan Kripik Ares, pihaknya juga membantu pengembangan Kopi Robusta dengan melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Karya Bakti yang berada di Dusun Pawang Tenun.

Dengan alasan kelompok tani terkendala pemasaran dan kemasan, kemudian kelompok KKN melakukan sosialisasi dengan membuat seminar terkait Disgn Brand, Manajemen Pemasaran Produk, dan penguatan kelembagaan kepada masyarakat setempat.

“Kemudian tepatnya pada hari Senin, 30 Agustus 2021, kami telah melaksanakan kegiatan Seminar Ekonomi Kreatif dengan tiga pokok materi Utama, Manajemen Pemasaran Produk, dan Penguatan Kelembagaan,” ungkap Ahmad.

Sementara itu pemerintah Desa Andalan dan masyarakat setempat, kata Ahmad, sangat merespon baik program yang telah dilakukan.

“Pemerintah dan masyarakat Desa Andalan sangat merespon baik terhadap program yang kami bawa. Terlihat dengan antusiasme masyarakat yang turut serta hadir dan mengikuti rangkaian proses pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan. Mereka merasa sangat terbantu dengan program ini, karena hal tersebut merupakan suatu inovasi baru dikalangan masyarakat. Serta merasa terbantu dengan berbagai macam pelatihan dan seminar yang dilakukan Mahasiswa KKN MAs,” ujar ahmad.

Dikatakan, Pemerintah Desa sangat berharap lembaga atau organisasi Mitra kerja program Ekonomi Kreatif ini dapat konsisten dalam mengembangkan produk khas Desa Andalan tersebut.

Ditempat terpisah, Kepala Dusun Gelumpang Desa Andalan, Budiarto, mengaku baru pertamakali melihat dan merasakan adanya Selai Jambu Mete yangdibuat oleh mahasiswa KKN MAs.

“Pertamakali saya menemukan dan merasakan Selai Jambu Mete, yang biasanya dibuang-buang, ternyata setelah teman-teman KKN Muhammadiyah Aisiyah mengajarkan kami ternyata tidak begitu rumit dan rasanya luar biasa mantap, insya Allah kedepan kami kembangkan,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Andalan, Amirudin, menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa KKN yang telah melaksanakan program tersebut di Desa Andalan.

“Ucapan banyak terimakasih kepada adik-adik KKN yang telah melaksanakan program ini di Desa Andalan, semoga hal tersebut dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat terhadap masyarakat,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua kelompok 51 KKN MAs Andalan, Moh. Fauzan, menyampaikan terimakasih atas partisipasi masyarakat dan pemerintah Desa Andalan atas dukungannya dalam melaksanakan program KKN.

“Terima kasih banyak untuk segala partisipasinya dan juga telah mendukung sepenuhnya segala bentuk kegiatan yang kami programkan semoga dengan kegiatan yang kami laksanakan selama KKN bisa bermanfaat dan membawa dampak yang positif untuk masyarakat Desa Andalan,” tutupnya. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles