Minggu, Oktober 17, 2021

Ditengah Pandemi COVID-19, 11 KK di Desa Senaru Panen Sayur Organik

Tanjung, HarianNTB.com – Ditengah Pandemi COVID-19, Kelompok Tani Kebun Organik Salam Rinjani di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) berhasil panen sayur organik dengan memanfaatkan lahan yang tidak terurus.

Menurut penuturan Yuliandri Ahwan, Humas Kelompok Tani Kebun Organik Salam Rinjani, pihaknya yang tergabung dalam 11 KK menanam  sayur-sayuran tersebut menggunakan pupuk kompos dari kotoran sapi, dan berhasil panen sebanyak empat kali dalam sebulan.

”Saat ini kami sudah panen empat kali dalam sebulan, dan telah dirasakan manfaatnya oleh 11 Kepala Keluarga,’’ jelas Ahwan, Sabtu (17/7/2021).

Dikatakan, pihaknya bersama 10 orang lainnya memulai bertani sayur organik tersebut sejak bulan Februari, kemudian pada bulan puasa sudah mulai merasakan hasilnya.

- Advertisement -

”Yang pertama kami tanam itu, Pare, Kacang Panjang, Sawi, dan Kangkung semuanya itu sudah kita rasakan manfaatnya oleh 11 KK, kemudian berlanjut dengan tomat dan terong, sudah empat kali kami panen Tomat,” kata Ahwan.

Selain untuk dikonsumsi oleh warga, hasilnya juga dijual ke pedagang. ”Hasil panen tomat bisa dibilang hasilnya sangat dirasakan, ada yang bisa dijual dan bisa di konsumsi sendiri oleh anggota kelompok,’’ katanya. 

Diakatakan, saat ini lahan kosong yang telah digarap ada sebanyak 3,5 are, dan kedepan akan dikembangkan. Namun, dalam pengelolaan lahan tersebut, kelompok terkendala dengan air. Karena sejauh ini, pihaknya memanfaatkan air dari kali yang dialirkan melalui pipa sedanya.

Dirinya berharap, ada donatur yang bisa membantu terkait pipa dan membuat bak penampungan air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian.

Semantara itu, hal serupa disampaikan Husnul Khotimah (29) salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ikut tergabung dalam Kelompok Tani Kebun Organik Salam Rinjani, dirinya mengaku lahan yang telah digarap tersebut sudah dirasakan manfaatnya.

”Sangat bermanfaat, sayurannya sehat dan enak ketika dikonsumsi, tidak seperti yang di pasar,’’ katanya.

Ia juga mengatakan, hasil panen sayur organik tersebut sangat membantu kebutuhan dapur keluarga, dan tidak mengeluarkan uang. Terlebih lagi dalam kondisi COVID-19.

”Sangat membantu, karena kita tidak mengeluarkan uang, tinggal kita petik dibelakang rumah,’’ katanya.

Dirinya juga berharap, agar lahan pertanian bisa diperluas untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles