Senin, Oktober 25, 2021

Air Masih Macet, Direktur PDAM KLU: Kita Sudah Buat Perencanaan

Tanjung, HarianNTB.com – Memasuki tahun ketiga pasca gempa 2018, persoalan air di kawasan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih mengalami gangguan distribusi air bersih.

Hal itu diakui Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung Firmanysah saat ditemui Jurnalis Harian NTB diruang kerjanya, Jum’at (11/6/2021)

“Terkait masalah distribusi air di Bayan memang betul kemarin pasca gempa itu mengalamai gangguan salah satunya itu tertutupnya sumber mata air yang ada di Desa Senaru yakni mata air Lokok Prabu, dari sanalah awalnya membuat air besih agak semakin terganggu di Bayan sampai sekian lama akhirnya sampai mau tahun ketiga pasca gempa” jelas Firman kepada Harian NTB.

- Advertisement -

“Tapi ada upaya-upaya yang sudah kita lakukan sekarang dengan dibangunnya jaringan melalui sumber Singang Pitunai itu di Tumpang Sari, nah itu rencana kami mau optimalkan untuk mengatasi kelangkaan air yang ada di Desa Karang Bajo dan Anyar,” lanjut Firman.

Menurutnya, upaya itu sudah dilakukan. Namun tidak begitu terlihat program yang dilaksanakan. Sehingga melalui pimpinan yang baru normalisasi air di Bayan menjadi prioritas.

“Upaya –upaya itu sudah kita lakukan. Memang tahun kemarin ini tidak begitu terlihat program disana tapi karena sekarang pimpinan sudah berganti jadi normalisasi Bayan itu menjadi prioritas,” katanya.

Ia juga menyebutkan, bahwa sumber mata air Singang Pitunai sudah beroperasi sampai ke Dusun Tumpang Sari Desa Senaru. Namun, menjadi masalah Distribusi air dari Tumpang Sari menuju Desa Karang Bajo dan Desa Anyar. Untuk itu, pihaknya telah membuat perencanaan, dan sebagian orang sudah bekerja untuk memperbaiki jaringan yang tidak memadai.

“Kita sudah buat perencanaan, sebagian sudah ada yang bekerja disana di jaringan-jaringan tertentu yang kami anggap sangat tidak memadai lagi itu yang kita ubah,” katanya.

Ia juga mengaku, sejak hari Selasa, (8/6/2021) pihaknya sudah mulai menyalurkan pipa untuk di jalur Tumpang Sari menuju Magling.

“Dan hari selasa kemarin, kami sudah drop pipa untuk di jalur Tumpang Sari sampai ke Magling itu ada pembagian disana target kami harus menambah jaringan pipa baru untuk mensuplai air jalur Desa Anyar” ungkapnya.

Dikatakan, mulai Senin mendatang pengerjaan mulai dilakukan dan ditargetkan sekitar satu sampai tiga minggu diselesaikan.

“Targetnya sih secepatnya, kalau bisa selesai satu minggu sampai tiga minggu bisa selesai karena memang disana kan jaringan pipa yang lama sudah ada cuma tidak memadai jadi itu kami harus tambah, jaraknya kurang lebih 1,2 KM” jelas Firman.

Selain itu, jaringan yang masuk kerumah warga atau pelanggan juga akan dilakukan perbaikan. Dikarenakan, kapasitas pipa yang ada saat ini sudah tidak layak untuk memenuhi banyaknya pelanggan.

“Jaringan yang masuk kerumah warga itu, juga perlu kami perbaiki karena pertama diameter pipa sudah tidak memadai jumlah pelanggannya lebih banyak dari kapasitas pipa itu. Ada pipa kecil tapi pelanggannya banyak, jadi air yang disupalai tidak banyak dan tidak mampu ditanggung oleh pipa, itu yang harus kami ganti dan kami perbesar, tapi tidak semua, beberapa tempat yang kami utamakan itu dijalur distribusi utamanya,” jelas Firman.

Selain itu, “akan dilakukan penertiban untuk warga yang kebtulan memang yang selama ini karena airnya langka meternya dibuka sendiri itu kami akan tertibkan lagi biar semuanya rata dapat airnya biar adil. Ini kan ada yang pakai pompa dan itu yang kami ingin tertibkan pelan-pelan disana, itu kalau sudah ada airnya yang bisa masuk ke pemukiman warga,” katanya.

Untuk jangka waktu panjang, kata Firman, di Kecamatan Bayan PDAM sudah mempersiapkan program dan dibantu dari kementerian untuk penambahan air baku, dan membuat zona pelayanan masing-masing.

”Secara keseluruhan di kecamatan bayan, untuk jangka waktu yang panjang, tahun ini kami sudah mempersiapkan program dibantu dari kementrian untuk penambahan air baku dan nanti membuat zona pelayanan masing-masing,’’ katanya.

”Jadi ada beberapa sumber disana (Kecamatan Bayan-red) kami akan membuat zona pelayanannya terpisah, kalau sekarang masih gabung semua atau masih satu jaringan. Nah nanti zona pelayanannya di masing-masing sumber ini ada zona pelayanan khusus, misal dari Bangket Bayan dan Mandala itu khusus untuk wilayah Timur, nanti yang dari Singang Pitunai ini wilayah Tengah, dan Lokok Beriri khusus wilayah Barat,’’ jelasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Dusun Gereneng, Desa Anyar Kecamatan Bayan Lomok Utara, Minggu, (13/6/2021) Asri mengatakan, air PDAM hanya lancar setelah dilakukannya Hearing dengan Direktur PDAM bersama DPRD Lombok Utara bersama Kepala Desa se-kecamatan Bayan pada Januari 2021 lalu. Namun, sejak bulan puasa air PDAM kembali macet.

”Kemarin sudah lancar setelah pergi (Hearing) ke kabuapaten, itupun air bergilir, namun semakin kesini airnya macet lagi, sejak bulan puasa’’ kata Asri kepada Harian NTB, Minggu, (13/6/2021).

Ia juga mengatakan, jika ada perbaikan yang dilakukan PDAM maka harus diperbaiki sampai tuntas. Karena selama ini, alasan PDAM sedang perbaikan.

”Kalau memang betul diperbaiki, ya silahkan dieperbaiki jangan sampai alasan perbaikan tapi sampai saat ini tidak ada perbaikan itu, kenapa saya bilang tidak ada toh juga kembali lagi pipa menjadi alasan, kemarin perbaikan, kembali lagi sekarang ini ada perbaikan,” sesalnya.

”Kalau memang perbaikan silahkan dituntaskan, walaupun satu bulan tuntaskan perbaikan itu biar tidak terjadi lagi begitu kemacetan seperti ini lagi karena kan berapa kali perbaikan kalau memang betul-betul pingin perbaikan, maka diperbaiki secara total bagaimana caranya supaya semuanya tidak kembali lagi lah macet ini,’’ katanya.

Ia juga mengatakan, jika ada perbaikan PDAM harus bertanggungjawab dan memberikan solusi agar masyarakat disuplai air selama perbaiakan.

”Kalau memang ada perbaikan seharusnya pihak PDAM harus bertanggungjawab gimana caranya ada solusi seperti air sementara ke rumah warga, mungkin menyuplai air pakai mobil tanki perdusun atau bagaiamana pun solusinya yang jelas harus ada tanggungjawab dari pihak PDAM,’’ jelasnya.

Dikatakan, selama ini mobil tangki dari pihak PDAM tidak ada yang masuk ke dusunnya untuk menyalurkan air hanya mobil Baznas dan mobil pemadam kebakaran (Damkar).

”Kalau mobil tanki disini tidak ada yang masuk dari pihak PDAM, mungkin dari Baznas, dari Damkar itu bisa kita meminta, cuma dari PDAM sendiri belum ada,’’ katanya.

Ia menilai, selama ini PDAM sangat lamban untuk mengatasi masalah pipa, penyumbatan, ataupun masalah debit air yang berkurang.

”Terkait perbaikan pipa sudah sering disampaikan, katanya ada penyumbatan, katanya debit air kurang, cuma sekarang ini kok tidak cepat tanggap terkait dengan perpipaan, pun debit air, intinya ya gimana caranya lah, jangan sampai sudah tahu penyakitnya sudah tahu kekurangannya dibiarkan begitu dan tidak ada solusi, masyarakat butuh solusi karena selama ini masyarakat itu tetap bayar beban ke PDAM,’’ sesalnya.

Dirinya berharap, jika ada perbaikan yang dilakukan PDAM harus dituntaskan, berikan solusi.

”Harapan saya pribadi mewakili warga, kalau memang ada perbaikan silahkan diperbaiki dan tuntaskan, kasih solusi jangan sampai hanya janji ke warga, toh juga janji ke warga ndak ada hasilnya, kayak tong kosong nyaring bunyinya, berbicara tapi tidak ada hasil,” tegas Asri. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles