Senin, Oktober 25, 2021

Sembunyikan Sabu Dalam Plastik, Pria dari Batam Ini Ditangkap di Bandara ZAM

Mataram, HarianNTB.com – Polisi berhasil mengamankan seorang laki-laki berinsial IMR alias Panjang dari Batam yang kedapatan membawa Narkotika jenis Sabu ke Lombok di Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah pada Minggu (2/5/2021).

Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Hemi Kwarta Kusuma Putra Rauf Selasa (4/5/2021) mengatakan, MR alias Panjang memang telah menjadi incaran sejak seminggu yang lalu.

“Seminggu yang lalu kami menerima informasi dari masyarakat, bahwa akan ada orang dari Batam yang akan membawa Narkoba melalui jalur udara,” jelas Kombes Helmi dalam keterangan tertulis yang diterima Harian NTB, Selasa (4/5/2021).

- Advertisement -

Setelah menerima informasi tersebut, Kombes Helmi langsung memerintahkan timnya untuk terus memantau dan mengintai setiap orang yang turun dari pesawat di BIZAM.

Kemudian, pada Minggu (2/5/2021) sekitar pada pukul 16.45 wita Tim OPS Narkoba Polda NTB yang di backup Satresnarkoba Polres Lombok Tengah, berhasil melakukan penangkapan dan menggeledah terduga pelaku tindak pidana Narkotika berinisial IMR alias Panjang, beberapa saat setelah Panjang turun dari Pesawat.

“Hasilnya pada Minggu 2 Mei 2021 tim dibackup Polres Loteng berhasil menangkap Panjang, beserta barang buktinya,” jelas Helmi.

Saat dikalukan penggeledahan, petugas “berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 buah tas ransel warna abu  yang berisi 2 bungkus plastik besar transparan yang berbentuk bulat panjang (berisi sabu-red) dengan berat kurang lebih 2 Ons atau 200 Gram, 2 lembar manivest, 1 berkas genose C 19 Report atas nama terduga pelaku, 1 unit HP Android dan 1 buah KTP milik Panjang” ungkap Helmi.

Atas temuan itu, kemudian Panjang dibawa petugas beserta barang buktinya ke Mapolda NTB untuk dilakukan proses selanjutnya.

Pasal yang disangkakan polisi terhadap Panjang adalah Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Kemudian, Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles