Rabu, Oktober 27, 2021

Sapdi, TKI asal Lombok Utara Juara 1 Binaraga di Malaysia

Kuala Lumpur, HarianNTB.com – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB), Sapdi (32) berhasil menjadi juara pertama MR JDT III 2021 Men’s Phisique Comptition kejuaraan Binaraga yang diselenggarakan oleh DFZ The Gym dan ZT Fitness and Dance Studio, Johor Darul Takzim, Malaysia.

Sapdi berhasil menjadi juara pertama dari 31 orang peserta di kategori Men’s Physique Below 170 Cm atau dibawah 170 cm yang dilaksankan di The Colosseum MMA Sports And Cafe, Johor, Malaysia pada Sabtu, (10/4/2021).

Dalam kompitisi tersebut, Sapdi berhasil memperoleh hadiah senilai RM (Ringgit Malaysia) 1.200 atau sekitar Rp 4 juta setelah meraih juara pertama.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan Sapdi kepada Jurnalis Harian NTB pada Senin 12 April 2021, ia mengaku bersyukur telah memanangkan kompetisi tersebut.

‘’Alhamdulillah ada rezeki untuk memenangkan pertandingan itu, dan sempat juga saya masuk memperebutkan juara umumnya, namun belum ada rezeki, jadi saya cuma dapat juara 1 dikategori 170 cm, Men’s Physique’’ terang Sapdi kepada Harian NTB, Senin (12/4/2021).

Ia menuturukan, lomba itu ia ikuti karena tinggal di Johor Malaysia sebagai TKI dan kebetulan lomba tersebut dilaksanakan di  Kluang Johor, Malaysia.

‘’Pesertanya rata-rata orang Malaysia semua namun saya sendiri yang warga negara Indonesia, saya emang kerja di Malaysia, Kluang Johor, dan kebetulan gamenya ada di Johor Bahru, bisa dibilang di pusat kota (ibu kotanya Johor) jadi saya ikut, dan alhamudlillah menang,” ungkap Sapdi kepada Harian NTB.

Ia juga mengatakan, sebelumnya sudah sering mengkuti pertandingan Binaraga, juara 1 ini merupakan juara 1 yang kedua kalinya didapatkan. Kemudian, pernah juara 3 dan 4 dan masuk dalam top 7 dan 10.

”Sebenarnya saya sudah sering ikut tanding, juara 1 ini yang kedua kalinya, terus juara 3, 4, Top7, dan Top 10’’ kata Sapdi.

Sapdi mengatakan, juara 1 pertama ia perolah pada tahun 2018 setelah ia menginjakkan kaki di Malaysia pada tahun 2013.

Sejak 2013 itu, ia bekerja sabagai sopir traktor di kebun kelapa sawit di Kuala Lumpur, Kluang, Johor, Malaysia. Kemudian, mulai ikut Fitnes dan tanding di Malaysia.

”Saya kerja di tempat yang sekarang ini sejak 2013, dan mulai nge-gym (fitness) di Malaysia, pertama kali ikut tanding di Malaysia, malah belum pernah ikut di Indonesia’’ tutur Sapdi.

”Ikut tanding pertama di Malaysia tahun 2017, terus dapat juara 3, di tahun yang sama juga ikut lagi tanding yang kedua dapat juara 4, di tahun yang sama juga saya ikut tanding di MEN OF STEEL, disini nggak ada rezeki, terus 2018 ikut lagi, baru dapat juara 1 yang pertama,’’ tutur Sapdi menambahkan.

Selain itu, ia juga mengatakan, saat ini ia mendaptkan sponsor dari Gym yang diwakili di Malaysia.

“Selebihnya saya dapat sponsor dari gym yg saya wakilkan, uang komisi, latihan gratis selama beberapa bulan, dan dapay bimbingan langsung dari pemilik gym, dan akan dipersiapkan untuk masuk tanding berikutnya di tahun ini juga, ada 2 lagi jadwal tanding di tahun ini yg harus saya ikuti” jelas Sapdi.

Pria asal Dasan Kopang, Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Lombok Utara ini berharap bidang yang ia tekuni bisa membanggakan dirinya, keluarga dan Lombok Utara untuk menembus level yang lebih tinggi.

”Semoga kedepannya, perkembangan saya dibidang yang saya tekuni sekarang ini, bisa membanggakan diri saya, keluarga, kerabat, daerah terutama Lombok Utara Indonesia, saya jadi lebih baik, maju dan sukses, dan bisa menembus level yang lebih tinggi’’ harapnya.

Selain itu ia juga berpesan kepada pemerintah Lombok Utara, agar lebih memperhatikan dan peduli kepada siapa saja yang punya talenta untuk dibana sesuai bakat-bakat masing-masing.

”Salam buat semua pemerintah, khusunya KLU, agar lebih memperhatikan dan peduli pada siapa saja yang ada talenta untuk dimaju-kembangkan sesuai bakat masing-masing, jangan takut untuk membina mereka yang ada bakat, saya ke Malaysia merantau sambil berkarya, karena kalau berkarat di daerah sendri, nggak sanggup dengan modal, intinya, nggak ada sesuatu yang sempurna kalau kita sendiri nggak membantu menyempurnakannya, bukan dari keajaiban, ingat, sempurna itu ada karena dibina’’ ungkap Sapdi menyampaikan pesannya kepada Harian NTB untuk pemerintah setempat. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles