Rabu, Oktober 27, 2021

Tersengat Aliran Listrik, Seorang Pekerja asal Senaru Lombok Utara Tewas

Tanjung, HarianNTB.com – Seorang pekerja M. Zaenudin (41) asal Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara tewas tersengat aliran listrik.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bekerja sebagai tukang bangunan di Masjid Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada Minggu, (14/3/2021).

Hal itu dibenarkan oleh Paur Humas Polres Lombok Utara Wiswakarma saat dikonfirmasi Harian NTB, Senin (15/3/2021).

- Advertisement -

“Benar kejadiannya kemarin hari Minggu, 14 Maret 2021 sekitar pukul 15.30 Wita di Desa Sukadana Kecamatan Bayan” terang Wiswa kepada Harian NTB, Senin (15/3/2021).

Disebutkan, kejadian tersebut terjadi berawal sekitar pada pukul 07.30 Wita saat korban bersama dua orang saksi pergi bekerja sebagai tukang bangunan harian di Masjid Desa Sukadana.

Kemudian, korban memasang kanal reng diatas Masjid sambil membawa kanal dengan posisi berdiri dan menyentuh kabel listrik tegangan tinggi.

Sehingga, “kanal dialiri setrum yang langsung mengenai korban, kemudian saksi mendengar suara korban berteriak Allahuakbar, kemudian korban terjatuh ke bawah dengan jarak sekitar empat meter” jelas Wiswa.

Kemudian, korban dilarikan ke Puskesmas Bayan oleh warga sekitar, namun sebelum sampai di Puskesmas Bayan korban sudah dalam keadaan meninggal di tengah perjalanan.

“Sekitar pukul 16.00 Wita sampai di Puskesmas Bayan korban langsung mendapatkan penanganan medis di ruang UGD oleh petugas puskesmas, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan” katanya.

Sementara itu pihak puskesmas, kata Wiswa, meminta pihak keluarga korban agar dilakukan visum, namun keluarga korban menolak sehingga petugas puskesmas hanya membuatkan rekam medis dan keterangan meninggal dunia.

Kemudian, “Sekitar pukul 16.30 wita korban dibawa pulang kerumahnya di Dusun Omasegoar, Desa Senaru, Kecamatan Bayan” ungkap Wiswa.

Dengan kejadian tersebut, kata Wiswa, korban mengalami luka bakar dibagian tangan kanan dan kiri, luka robek pada bagian bibir atas, dan meninggal.

Sementara itu, “keluarga korban mengikhlaskan kematian korban dan menganggap sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi” jelas Wiswa. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles