Minggu, Oktober 17, 2021

Polresta Mataram Ungkap Kasus Kematian Mahasiswi Unram

Mataram, HarianNTB.com – Kepolisian Resot Mataram bersama Kepolisan Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) berhasil mengungkap kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari (23) yang ditemukan tergantung di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Kabid Humas Polda NTB Artanto dalam konfrensi pers di Mataram, Jum’at (14/8/20), mengatakan kematian inisial LN diduga dibunuh oleh kekasihnya inisial R.

‘’Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan korban berinisal ‘LN’ yang ditemukan tergantung di jalan Arofah BTN Royal, kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, diduga dibunuh oleh kekasihnya inisial R’’. Jelas Artanto.

- Advertisement -

Ia menyebutkan, korban ditemukan tergantung sudah tidak bernyawa pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 sekitar pukul 16.30 Wita.

Adapun kronologis pembunuhan terhadap Linda, Artanto mengatakan pada hari Kamis, (23/7/2020) sekitar pukul 17.00 wita korban dengan tersangka sempat berbicara, kemudian terjadi perselisihan dan percek-cokan. Saat pelaku akan pulang, namun dicegah oleh korban sehingga terjadilah suatu permasalahan dan cek-cok sehingga tersangka melakukan pencekekan terhadap korban yang berakibat korban meninggal lemas tidak berdaya.

‘’Koronologisnya pada hari kamis, 23 Juli 2020 sekitar pukul 17.00 Wita korban dengan tersangka sempat berbicara, kemudian terjadi perselisihan dan percek-cokan. Pelaku sempat akan pulang, namun dicegah oleh korban sehingga terjadilah suatu permasalahan dan cek-cok yang berakibat tersangka ini melakukan pencekekan terhadap korban yang berakibat korban ini meninggal lemas tidak berdaya’’ Jelas Artanto.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polisi telah menghadirkan sejumlah barang bukti seperti tali, pisau, hingga sepeda motor milik pelaku serta telah memeriksa 23 saksi.

‘’Kasus ini terungkap atas kerjasama Polresta Mataram bersama pihak Polda NTB dan saksi yang sudah diambil keterangan sejumlah 23 orang’’ Ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka inisial ‘R’ terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Sub Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (DMS)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
17PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles