Tanjung, HarianNTB.com — Ratusan warga melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kepala Desa (Kades) Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin, (24/11/2025).
Mereka menuntut Kades dicopot dan mundur sebagai Kades usai diduga berduaan bersama seorang perempuan dalam kamar hotel.
Dugaan skandal Kades tersebut menjadi buah bibir di media sosial.
“Kami sangat berharap, bahwa seluruh aparat desa dan lembaga BPD untuk kita berdialog. Ini tuntutan kami atas nama masyarakat desa Jenggala (kepada Kades) yang telah memporak-porandakan nama baik desa Jenggala yang sudah viral di media sosial,” ujar salah satu orator saat menyampaikan orasinya di depan Kantor Desa Jenggala, Senin (25/11/25).
Mereka menilai, Kades melakukan tindakan dugaan pelecehan seksual dengan istri orang lain usai mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di salah satu hotel di Mataram.
“Mengembalikan nama baik ini tidak gampang kalau melakukan pelecehan seksual. Apalagi dengan istri orang lain, apalagi ini dalam keadaan pelaksaan tugas kepala desa melakukan Bimtek menggunakan kendaraan dinas,” tegasnya.
Kepala desa yang tidak ada dilokasi, membuat massa aksi mengeluarkan kursi Kades dan menaruh nama pengenal kades sebagai simbol pencopotan kepala desa.
Sementara itu, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jenggala yang hadir menyampaikan, akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat yang berunjuk rasa.
“Kami dari BPD tentu harus ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan regulasi. Kami akan mengingkuti semua kemauan masyarakat. Kami minta dukungan kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan setuntas-tuntasnya,” ujar BPD Jenggala dihadapan massa aksi.
Dirinya berharap kepada aksi massa dan masyarakat agar tidak anarkis dan menyulut komplik ditengah-tengah masyarakat.
“Harapan saya jangan anarkis, jangan menyulut komplik ditengah-tengah masyarakat kita. Mari kita berdiskusi dan menyelesaikan masalah ini,” harapnya. (Red)

