Mataram, HarianNTB.com — Perhelatan MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika selama 3-5 Oktober 2025 terbilang cukup sukses. Pasalnya, sebanyak 140 ribu penonton hadir dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tersebut.
“Ini luar biasa, pecah telur. Sebanyak 140 ribu penonton hadir. Ini sebuah prestasi karena kita bisa lihat bagaimana pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta bekerja solid memastikan event MotoGP menjadi bagian penting dari promosi Indonesia,” ujar Erick Thohir Menteri Pemuda dan Olahraga saat hadir menyaksikan pagelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025).
Selain itu, perhelatan MotoGP tersebut tidak hanya mengahaditkam aksi balap kelas dunia, namun memberikan dampak ekonomi yang siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan investasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data resmi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jumlah penonton MotoGP Mandalika 2025 mencapai 140.324 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 121.252 penonton.
Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi sejak MotoGP digelar di Mandalika pada tahun 2022. Dari jumlah itu, sebanyak 67.905 penonton hadir di hari puncak (race day), naik signifikan dibanding 60.709 pada 2024.
Selain peningkatan jumlah penonton, MGPA juga mencatat kenaikan 36% pada kunjungan ke area Paddock dan VIP Village, menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi sport tourism unggulan Indonesia tersebut.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono dalam keterangannya, menyebut bahwa pelaksanaan MotoGP Mandalika tahun ini merupakan yang terbaik sejak pertama kali digelar, dengan peningkatan kualitas layanan, kesiapan infrastruktur, dan pelibatan masyarakat lokal secara lebih luas.
“Sebanyak 2.073 tenaga kerja lokal asal NTB berpartisipasi langsung dalam operasional penyelenggaraan acara, baik di sektor hospitality, keamanan, transportasi, maupun logistik,” jelas Maya dalam keterangannya, Senin (6/10/2025)
Selain itu, ajang MotoGP tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat NTB.
“Seluruh hotel di kawasan KEK Mandalika terisi penuh (okupansi 100%), sementara rata-rata okupansi hotel di wilayah NTB mencapai 93%. Bahkan, rumah warga, homestay, dan guest house di Lombok Tengah hingga Mataram juga disewa pengunjung yang tidak kebagian akomodasi di kawasan utama,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso menyampaikan, bahwa kesuksesan penyelenggaraan MotoGP 2025 membuktikan efektivitas KEK Mandalika sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
“Presiden Prabowo Subianto meminta laporan langsung mengenai perkembangan seluruh KEK dan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya KEK Mandalika, yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing kawasan dan menarik lebih banyak investasi strategis,” ujar Susiwijono dalam kunjungan kerja ke Mandalika, usai mengadakan pertemuan dengan jajaran Direksi ITDC dan MGPA.
Susiwijono juga menyampaikan, bawah keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN Pariwisata seperti ITDC dan InJourney, yang berhasil menjadikan Mandalika sebagai ikon sport-tourism nasional dan destinasi unggulan kelas dunia. (Red)

