Senin, Januari 19, 2026

Dibawah Papua Pegunungan, Menteri Tito Heran Pertumbuhan Ekonomi NTB Minus 1.47 Persen

Mataram, HarianNTB.com – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) minus 1.47 Persen. Angka tersebut dibawah Papua Pegunungan dengan pertumbuhan ekonomi 3.02 Persen.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, Menteri Tito mengaku heran terkait pertumbuhan ekonomi NTB minus 1.47 persen.

“NTB, saya sampai sekarang nggak terfikir nih, belum ketemu ni pak, kenapa pertumbuhan ekonominya bisa minus 1,47 persen,” ungkap Mendagri Tito Karnavian Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, Senin (26/5/25).

- Advertisement -

Keheranan tersebut, karena Gubernur NTB dinilai memiliki rekam jejak Internasional sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turkey.

“Mohon maaf pak Gubernur, pak Lalu Iqbal ini orang pinter sekali pak, beliau ini adalah mantan Duta besar, pengalaman diplomat tinggi sekali, mantan duta besar Indonesia di Turkey,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta Gubernur NTB untuk mencari penyebab kenapa hal tersebut bisa terjadi dengan berkordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.

“Ini bisa menjadi PR bagi pak lalu Iqbal mencari tahu kenapa bisa mines 1.47 persen, mungkin koordinasi juga dengan Badan Pusat Statik Provinsi Nusa tenggara Barat, What Happening,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB Drs. H. Wahyudin, MM menjelaskan, bahwa penyebab terjadinya kontraksi ini disebabkan di triwulan IV-2024 masih ada realisasi anggaran untuk proyek pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten. Sedangkan di Triwulan I-2025 belum banyak penyaluran realisasi anggaran.

Lebih lanjut Wahyudin mengatakan, tentu ada pengaruh tidak adanya ekspor tambang.

“Kita maklumi bersama, di Triwulan IV-2024 itu masih ada realisasi anggaran untuk proyek pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Di Triwulan I-2025 belum banyak penyaluran realisasi anggaran proyek. Ini sebagian penyebab penurunan angka pertumbuhan ekonomi kita selain tentu ada pengaruh tidak adanya ekspor tambang,” kata Kepala BPS. (Red)

- Advertisement -

Related Articles

Stay Connected

1,929FansSuka
3,257PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles